Banyak mahasiswa mengira bagian tujuan dan manfaat skripsi hanyalah formalitas. Padahal, justru pada bagian inilah dosen pembimbing sering menilai apakah penelitian yang dilakukan jelas, relevan, dan layak untuk dilanjutkan. Tidak sedikit skripsi yang dikembalikan hanya karena tujuan dan manfaat ditulis terlalu umum, tidak sinkron, atau tidak sesuai dengan rumusan masalah.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan praktis cara menulis tujuan dan manfaat skripsi agar tidak dikembalikan dosen, mulai dari konsep dasar, kesalahan umum, hingga contoh penulisan yang benar.
Pengertian Tujuan dan Manfaat Skripsi
1. Pengertian Tujuan Skripsi
Tujuan skripsi adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang ingin dicapai melalui penelitian yang dilakukan. Tujuan harus menjawab langsung rumusan masalah dan bersifat spesifik.
2. Pengertian Manfaat Skripsi
Manfaat skripsi adalah kontribusi atau kegunaan hasil penelitian, baik secara teoritis maupun praktis bagi pihak tertentu.
Perbedaan Tujuan dan Manfaat Skripsi yang Sering Disalahpahami
Banyak mahasiswa menulis tujuan dan manfaat dengan isi yang hampir sama. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda:
- Tujuan: fokus pada hasil penelitian yang ingin dicapai
- Manfaat: fokus pada dampak atau kegunaan hasil penelitian
Jika tujuan menjawab “apa yang diteliti”, maka manfaat menjawab “untuk siapa dan kegunaannya apa”.
Kesalahan Umum dalam Menulis Tujuan dan Manfaat Skripsi
1. Tujuan Terlalu Umum
Contoh kesalahan:
“Untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap variabel Y.”
Kalimat ini terlalu umum dan tidak menunjukkan konteks penelitian secara jelas.
2. Tidak Sesuai dengan Rumusan Masalah
Tujuan harus diturunkan langsung dari rumusan masalah. Jika tidak selaras, dosen hampir pasti akan mengembalikan skripsi.
3. Manfaat Terlalu Mengada-ada
Contoh manfaat yang sering ditolak dosen:
“Sebagai bahan pertimbangan kebijakan nasional.”
Padahal, penelitian hanya dilakukan dalam skala kecil atau lokal.
4. Menggabungkan Tujuan dan Manfaat
Masih banyak mahasiswa yang mencampur tujuan dan manfaat dalam satu paragraf tanpa pemisahan yang jelas.
Cara Menulis Tujuan Skripsi yang Benar dan Disukai Dosen
1. Turunkan Langsung dari Rumusan Masalah
Setiap rumusan masalah harus memiliki satu tujuan penelitian yang spesifik.
2. Gunakan Kata Kerja Operasional
Gunakan kata kerja yang jelas dan terukur seperti:
- menganalisis
- mengidentifikasi
- mengevaluasi
- mendeskripsikan
- menguji
3. Hindari Kata yang Ambigu
Hindari kata seperti memahami atau mengetahui tanpa penjelasan konteks.
Contoh Tujuan Skripsi yang Baik
“Untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas X.”
Cara Menulis Manfaat Skripsi agar Tidak Dikembalikan
1. Pisahkan Manfaat Teoretis dan Praktis
Manfaat Teoretis berkaitan dengan pengembangan ilmu pengetahuan.
Manfaat Praktis berkaitan dengan penerapan langsung di lapangan.
2. Tentukan Pihak yang Mendapat Manfaat
Contoh pihak penerima manfaat:
- Mahasiswa
- Dosen
- Institusi pendidikan
- Praktisi atau masyarakat
3. Sesuaikan dengan Lingkup Penelitian
Jangan menuliskan manfaat yang terlalu luas jika penelitian berskala kecil.
Contoh Manfaat Skripsi yang Benar
Manfaat Teoretis
“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian manajemen pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan motivasi belajar mahasiswa.”
Manfaat Praktis
- Bagi Mahasiswa: sebagai referensi dalam meningkatkan motivasi dan disiplin belajar.
- Bagi Dosen: sebagai bahan evaluasi metode pembelajaran.
- Bagi Institusi: sebagai masukan dalam perumusan kebijakan akademik.
Tips Agar Tujuan dan Manfaat Skripsi Cepat Disetujui Dosen
- Pastikan konsisten dengan judul dan rumusan masalah
- Gunakan bahasa akademik yang lugas dan formal
- Hindari klaim berlebihan
- Periksa kesesuaian dengan pedoman penulisan kampus
- Mintalah contoh skripsi yang sudah disetujui dosen pembimbing
Kapan Tujuan dan Manfaat Skripsi Perlu Direvisi?
Revisi biasanya diperlukan jika:
- Judul skripsi berubah
- Rumusan masalah diperbaiki
- Metode penelitian mengalami penyesuaian
Oleh karena itu, tujuan dan manfaat skripsi sebaiknya selalu diperiksa ulang setiap kali ada perubahan pada proposal.
Kesimpulan
Menulis tujuan dan manfaat skripsi tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Keduanya harus jelas, spesifik, selaras dengan rumusan masalah, dan realistis sesuai dengan lingkup penelitian. Dengan memahami struktur dan kesalahan umum yang sering terjadi, Anda dapat menghindari revisi berulang dan mempercepat proses persetujuan dosen pembimbing.
Ingat, tujuan yang jelas menunjukkan arah penelitian, sedangkan manfaat yang tepat menunjukkan nilai penelitian. Jika keduanya kuat, skripsi Anda akan jauh lebih mudah disetujui.